Postingan

Dejavu Adi Sutjipto

Gambar
Lion Air JT 0274 17.40 Seperti dejavu. Tanggal 30. Sore yang sama. Suasana yang sama. Dan tempat duduk yang sama. Aku pun masih sendirian. Sendiri melawan kengerian berada di lautan orang asing. Ah, aku lupa kapan aku tak asing untuk orang lain? Bahkan yang pernah sangat dekat pun berubah menjadi asing. Aku termenung. Menunggu waktu melesat menunjuk jam keberangkatan. Aku tak murung. Ya setidaknya kali ini ada kebahagiaan. Kenapa? Karena sejatinya pulang ini adalah kejutan yang sungguh tak pernah kuduga sebelumnya. Tadinya, aku ingin terbang ke ujung barat. Apalah daya Tuhan memiliki rencana lain. Aku pulang. Pada rumah. Ibu, bapak, keluarga. Semua orang menungguku. Meski masih saja berjalan sendirian dalam perjalanan ini. Tak apa. Aku tahu segala hal tak pernah terjadi karena kebetulan. Senja menghias di langit bandara. Aku ingin banyak menghirup udara Jogja. Just like the last. Rasanya baru kemarin aku kembali, dan sekarang aku pergi lagi. Jakarta aku tak jadi mengunjungimu....

Love, Life, is Journey!

Gambar
Hari ini pagi, menikmati gravitasi kamar yang selalu lebih kuat dari gravitasi bumi. Entah bagaimana, kamar selalu menjadi tempat ternyaman dan teraman untukku. Bagaimana lagi, aku yang sering diberi cap 'aneh' dan 'gila' kadang susah menyampaikan maksud di luar sana. Baiklah aku tidak akan membicarakan perihal bagaimana dunia melihatku, tapi aku ingin sedikit berbagi bagaimana aku melihat dunia ini. Bagi pembaca setiaku, yang selalu hadir di setiap tulisan blogku terima kasih. Sungguh aku sangat berterima kasih karena masih sudi datang, meski aku tidak tahu siapa tapi aku tahu kalian salah satu manusia yang terbuka, rela meluangkan waktu hanya untuk membaca curahan yang terkadang aku akui sangat bukan diriku, dramatis dan ya mungkin berlebihan. Hanya saja, aku suka menulis, karena dengan menulis aku tak perlu risau ada kata yang tercekat di kerongkongan yang tak sempat terucap, bahkan sengaja aku telan bulat. Hari ini bulan Januari, hari ketiga belas. Aku ...

Terima (Ka)sih.

Gambar
Hai, selamat berjumpa lagi. Kuharap baik-baik saja. Kesehatanmu, juga hatimu. Apa kabar lukamu? Sepertinya sudah sembuh. Semoga kau sempat membaca tulisan ini ditengah segala kesibukannya yang gila itu. Baru-baru ini aku menerima pesan dari seorang sahabat, dua orang yang patah hati tak akan bisa bersama. Seperti kita bukan? (Sejak kapan jadi kita? Ngarep). Aku malam yang selalu rindu pagi, sedang kamu adalah pagi yang tak ingin malam datang. Mungkin itulah analogi yang paling tepat. Maaf, untuk ke sekian kalinya masih senang menjadikanmu topik tulisan. Entah mengapa semenjak aku terpaku pada sosokmu, kau adalah inspirasi dari tulisanku. Tentu saja kau tak tahu. Dan tak akan pernah tahu. Hari ini izinkan aku mengulasmu sebagai perpisahan tahun baru. Sebenarnya sudah sangat lama aku ingin menulis ini. Beberapa tahun terakhir, entah bagaimana sosok yang kuanggap biasa saja berubah jadi seorang Superman. Ah, bahkan mungkin dia lebih baik. Sosok yang luar biasa. Sosok yang membuat ku ber...

Cinderella Wannabe

Gambar
Aku punya sebuah cerita. klise, tapi selalu disuka oleh para nona-nona yang berharap memiliki sosok panngeran dalam hidupnya. Cinderella. Si upik abu bernama Ella. Memiliki seorang iibu tiri dan dua saudara tiri perempuan. Jahat, begitulah sosok para tiri ini digambarkan. Ella si upik abu selalu diperlakukan tidak baik. Tak dianggap sebagai bagian dari keluarga itu. Kemudian pada suatu hari datanglah sebuah kabar, sang pangeran mengadakan pesta dan semua orang diundang. Namun, Ella tidak diizinkan mengikuti pesta tersebut. Ia pun sedih. sama seperti setiap dongeng tentang putri, selalu ada sihir, dan ibu peri sebagai penolongnya. Ella bisa pergi ke pesta dengan kereta kencana dari labu dan gaun udiknya berubah menjadi gaun indah yang berkilau, tak lupa sepasang sepatu kaca yang membuat dongeng ini melegenda. Kau tahu tak ada sihir yang abadi, sihir itupun akan berakhir saat lonceng jam berdenting 12 kali menunjuk jam 12 malam. Maka saat pangeran terpesona pada sosok Cinderella, be...

Mengeja Ikhlas

Gambar
Ikhlas. Satu kata yang sangat bermakna. Teka-teki paling rumit dan labirin paling pelik. Mengapa? Karena ikhlas masih dipertanyakan, entah saat berkata "aku ikhlas" orang akan menimpali, kalau ikhlas ya tak mesti bilang. Namun, saat kita diam pun masih jadi pertanyaan, "ikhlas gak nih?". Tapi aku sepakat, bahwa ikhlas itu seperti surah Al Ikhlas, yang tak pernah menyebut kata ikhlas di dalamnya. Ikhlas. Satu kata yang mampu mengangkat luka dalam duka. Menyembuhkan parah dalam perih. Membalut derita menjadi bahagia. Mengubah lara menjadi lega. Ikhlas. Seringkali terlupakan, bahkan tak dimunculkan. Kita lebih suka meraba-raba dengan segala prasangka. Menebak-nebak jalan cerita dengan curiga. Menerka-nerka panah takdir dengan cibir. Ikhlas. Aku sungguh masih mengeja setiap susunannya. Betapa dekatnya ikhlas dengan lepas. Betapa tak tahunya kita, bahwa ikhlas ada dalam helaan nafas. Coba bayangkan jika kita tak mau bernafas? Apakah kita masih bisa melihat terik ma...

Cinta Ala Zulaikha

Gambar
Namanya Zulaikha. Salah satu perempuan yang namanya diabadikan dalam kitab yang tak akan pernah berubah hingga akhir zaman. Kisah cintanya yang menggemparkan juga mengagumkan. Sosok Zulaikha mengajarkan bagaimana keajaiban melepaskan. Menilik ceritanya yang pelik. Hatinya tertawan oleh ketampanan insan pilihan. Yusuf namanya. Laki-laki utusan Allah, yang memiliki perangai indah. Ketampanannya tersohor, kecerdasannya pun tak diragukan serta akhlaknya yang dipuja. Zulaikha terpesona begitu dalam, hingga perasaan itu membawanya pada kelam. Zulaikha mengatur siasat, merayu Yusuf dengan perhitungan yang dianggap tepat. Namun, Allah selalu memberikan jalan untuk hamba yang bertahan atas nama iman. Dalihnya memanggil Yusuf karena ada keperluan, tetapi tujuannya untuk mengikuti hasutan, hawa nafsunya yang tak bisa dikalahkan. Yusuf menolaknya, mengabaikannya, melarikan diri darinya. Yusuf berkata takut pada Rabbnya. Yusuf bisa menerobos pintu-pintu yang sebelumnya terkunci rapat. Tentu saj...

Edisi Klarifikasi (2)

Gambar
Bayangkan, sebuah gunung es di lautan. Kau hanya melihat puncaknya saja, kecil dan tak berbahaya. Namun, di dalamnya, dasar gunung es itu kokoh, besar dan tak bisa roboh begitu saja. Janganlah kita menjadi kapal yang sibuk memperhatikan puncak, hingga lupa kapal telah menabrak bongkahan es di dalamnya. Perlahan tapi pasti kapal mulai tenggelam. Itulah yang terjadi pada kita yang melihat sesuatu sepotong-potong. Kita tersesat, dan terperosok dalam. Tulisan hanya sebuah peletakan sudut pandang. Aku, kamu, dia, mereka, kita, kami, dan kalian. Bisa bertukar posisi, bisa berganti peran dalam menyampaikan maksud tulisan. Hanya karena ada "aku" bukan berarti itu benar-benar aku. Bisa saja tentang kamu, dia, mereka, kalian. Ketik ada "kamu" jangan geer atau tersinggung, bisa jadi itu aku, kita, kami. Ketika tulisan seolah-olah untuk satu orang, padahal itu untuk banyak orang. Ketika tulisan terbaca untuk banyak orang, tapi ternyata hanya untuk satu orang. Ketika tulisan...